Bulan akan menjauhi kita

Sabtu, 13 Februari 2010


Pada suatu masa jutaan tahun ke depan keturunan kita tidak akan bisa melihat bulan seperti sekarang.
Tidak ada lagi fenomena gerhana matahari ataupun bulan total, kecuali dalam jejak rekam sejarah sains. Lambat, tetapi pasti bulan semakin bergerak menjauh dari bumi. Bukan tanpa alasan Neil Armstrong manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan—meninggalkan jejak panel reflektor yang terdiri atas 100 cermin beberapa menit sebelum dia meninggalkan bulan pada 21 Juli 1969. Reflektor inilah yang kemudian menuntun manusia pada penemuan fakta mencengangkan.

Memanfaatkan reflektor yang tertinggal di bulan, Prof Carrol Alley, fisikawan dari University of Maryland, Amerika Serikat, mengamati pergerakan orbit bulan. Caranya adalah dengan menembakkan laser dari observatorium ke reflektor di bulan. Di luar dugaan, dari hasil pengamatan tahunan, jarak bumi-bulan yang terekam dari laju tempuh laser bumi-bulan terus bertambah.

Diperkuat sejumlah pengamatan di McDonald Observatory, Texas, AS, dengan menggunakan teleskop 0,7 meter diperoleh fakta bahwa jarak orbit bulan bergerak menjauh dengan laju 3,8 sentimeter per tahun.

Para ahli meyakini, 4,6 miliar tahun lalu, saat terbentuk, ukuran bulan yang terlihat dari bumi bisa 15 kali lipat daripada sekarang. Jaraknya saat itu hanya 22,530 kilometer, seperduapuluh jarak sekarang (385.000 km).

Seandainya manusia sudah hidup pada masa itu, hari-hari yang dijalankan terasa lebih cepat. Hitungan kalender pun bakal berbeda. Bagaimana tidak, jika dalam sebulan waktu edar mengelilingi bumi hanya 20 hari, bukan 29-30 hari seperti sekarang. Rotasi bumi ketika itu pun berlangsung lebih cepat, hanya 18 jam sehari.

Jutaan tahun dari sekarang, seiring dengan menjauhnya bulan, hari-hari di bumi pun akan semakin lama, hingga mencapai 40 hari dalam sebulan. Hari pun bisa berlangsung semakin lama, hingga 30 jam. Lantas, mengapa ini bisa terjadi?

Takaho Miura dari Universitas Hirosaki, Jepang, dalam jurnal Astronomy & Astrophysics mengemukakan, jika bumi dan bulan, termasuk matahari, saling mendorong dirinya. Salah satunya, ini dipicu interaksi gaya pasang surut air laut.

Gaya pasang surut yang diakibatkan bulan terhadap lautan di bumi ternyata berangsur-angsur memindahkan gaya rotasi bumi ke gaya pergerakan orbit bulan. Akibatnya, tiap tahun orbit bulan menjauh. Sebaliknya, rotasi bumi melambat 0,000017 detik per tahun.

Stabilitas iklim


Fakta menjauhnya orbit bulan ini menjadi ancaman tidak hanya populasi manusia, tetapi juga kehidupan makhluk hidup di bumi. Pergerakan bulan, seperti diungkapkan Dr Jacques Laskar, astronom dari Paris Observatory, berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di bumi.

”Bulan adalah regulator iklim bumi. Gaya gravitasinya menjaga bumi tetap berevolusi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jika gaya ini tidak ada, suhu dan iklim bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, sementara Antartika menjadi gurun pasir,” ucapnya kepada Science Channel.

Sejumlah penelitian menyebutkan, pergerakan bulan juga berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup. Terumbu karang, misalnya, biasa berkembang biak, mengeluarkan spora, ketika air pasang yang disebabkan bulan purnama tiba.

Bulan penuh juga dipercaya meningkatkan perilaku agresif manusia. Di Los Angeles, AS, kepolisian wilayah setempat biasanya akan lebih waspada terhadap peningkatan aktivitas kriminal saat purnama.

Menjauhnya bulan dari bumi diyakini ahli geologis juga berpengaruh terhadap aktivitas lempeng bumi. Beberapa ahli telah lama menghubungkan kejadian sejumlah gempa dengan aktivitas bulan. ”Kekuatan yang sama yang menyebabkan laut pasang ikut memicu terangkatnya kerak bumi,” ucap Geoff Chester, astronom yang bekerja di Pusat Pengamatan Angkatan Laut AS, seperti dikutip dari National Geographic.

Beberapa kejadian gempa besar di Tanah Air yang pernah tercatat diketahui juga terkait dengan pergerakan bulan. Gempa-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005), dan Nias (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat bulan baru dan posisi bulan di selatan.

Misi terbaru NASA


Kini, bulan sebagai tetangga terdekat bumi kembali menjadi perhatian riset astronomi di dunia. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada Jumat (19/6) meluncurkan wahana LCRoS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) di Cape Canaveral, AS. Wahana ini adalah bagian dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yaitu persiapan program mengembalikan astronot ke bulan tahun 2020 setelah terakhir dilakukan pada 1969-1972 (Reuters, 18/6).

Sasaran utama misi LCRoS untuk memastikan ada tidaknya air beku yang dipercaya berada di kawasan kawah gelap dekat kutub bulan. Dibantu dengan LRO yang memetakan permukaan di bulan secara detail, kedua misi baru ini mengisyaratkan hal besar: menancapkan tonggak baru soal kemungkinan membangun koloni di luar bumi!

Namun, dengan penuh kerendahan hati, Craig Tooley, LRO Project Manager, mengatakan, ”Pengetahuan kita tentang bulan secara keseluruhan saat ini masih minim. Kita punya peta lebih baik tentang Mars, tetapi tidak untuk bulan kita sendiri.”

Kompas.com

39 komentar:

NURA mengatakan...

salam sobat
menjauhnya bulan dari bumi berpengaruh terhadap aktivitas lempeng bumi.
apakah karena bumi sudah semakin panas ya mas,,?

anyin mengatakan...

aduh... :(

Dees mengatakan...

waaooowww dan itu berarti bukan tidak mungkin kejadian2 di film 2012 bisa terjadi di dunia nyata

kakve_santi mengatakan...

waduh...!

terus mesti bikin bulan baru gitu..?
ato mesti mendatangkan bulan baru...?

Abi Sabila mengatakan...

matahari dan bulan beredar pada garis yang telah di tentukan, manusia hanya mengira, tapi Allahlah yang menetapkan segala perkara

♥ria♥ mengatakan...

info yg bagus ^___^ smart bisa jadi pencerahan jg hehe

fai_cong mengatakan...

salam kenal sob...
:D

ireng_ajah mengatakan...

Jika seperti itu, apakah nantinya 1 hari itu akan semakin laman??

Hdsence mengatakan...

Nice info sahabat,,,

sebulan mpe 40 hari..????
aduh gmana yaa..

Osi mengatakan...

Tidak berani saya tuk membayangkannya...bila bulan menjauh dan hilang...semoga saja penafsiran para ilmuwan salah

Jalani hidup apa adanya mengatakan...

terimakasih kepada semua sahabat yang telah berkunjung dan komen di sini , oh kejadianya masih lama tentu akan terjadi pada anak keturunan kita

Alrezamittariq mengatakan...

gk ada lagu ambilkan bulanku lagi dong...hehehe

NURA mengatakan...

salam sobat
aduh terjadinya masih lama,,ya,
tapi semoga ngga menyedihkan dan ngga menyakitkan anak keturunan kita.

saya komen lagi :)

Aditya's Blogsphere mengatakan...

Halo apa kabar bang kurniawan?saya lama sekali ndak bewe kemari yah?met malem n mohon dukungan untuk kontes yah bang!!!!

rezKY p-RA-tama mengatakan...

tanda2 ini,huhuhu

Mayyadah Or Maya mengatakan...

wow, kuasa Allah y! bagaimanapun semua di alam ini akan punah jika telah tiba waktunya. atmosfir semakin tipis, bumi semakin berputar cepat, dll...

ina mengatakan...

hah??? itu kuasa Allah...
gag bisa ngebayangin deh....


bulan menjauhi kita...
tpi kag gag ngejauhin ina kan??
kag akan tetep jdi sahabat ina kan??
meski di dunia maya...

rumah baru ina mengatakan...

wah...
gmn yah klo bulan ngejauhi kita???
apakah tanda2 hari kiamat jg kag???


kerumah baru ina yuk kag...
hehehehe....

the others... mengatakan...

Makasih banget udah sharing info yg bermanfaat ini.

nyunz mengatakan...

aku jadi inget waktu sekolah ni, tentang planet2 itu lo, sekarang dah lupa, dan sedikit inget ketika baca artikel ini heheh

genial mengatakan...

speechless :(

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

makasih banyak atas sharing ilmunya sobat.

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

maaf baru bisa berkunjung ...lagi manyak masalah ni..sahabat

bonk ava mengatakan...

kasihan anak cucu kita! selamatkan bumi kita!

bluethunderheart mengatakan...

waw post yg sangat hebat
sukses y
salam hangat dari blue

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

minggu siang bergerilya disini...nengok sahabat

Free S mengatakan...

it's so scarrrrrrry :(

NURA mengatakan...

salam sobat
ditunggu ilmu lainnya ya,,
agar menambah pengetahuan lagi.

SeNjA mengatakan...

sayang sekali keindahan bulan mungkin tak akan bisa dinikmati oleh anak cucu kita lagi,begitukah maksudnya ??

Wawank mengatakan...

hebat ni!!

kak,aq dah follow! Low berkenan, follow balik ya!

bluethunderheart mengatakan...

saatnya tuk semangat lg
salam hangat

aryadevi mengatakan...

thanks sobat atas kunjungannya,
dan bulan pun tersenyum serta melambai pelan...perlahan...perlahan...bukan menjauh, tapi mendekat...dekat...dekat dan lekat.
salam blogger !

secangkir madu merah mengatakan...

salam ukhwah...

informasi yg berguna, terima kasih sudi berkongsi...

secangkir madu merah mengatakan...

salam ukhwah...

informasi yg berguna, terima kasih sudi berkongsi...

ina mengatakan...

makasih kag... motivasinya :)

NURA mengatakan...

salam sobat
ya,,sudah komentarnya diatas,
berkunjung saja ya,,

Alrezamittariq mengatakan...

link dah nampang di catatan sederhana (blog yang satunya,..hehe)...

gag bisa ngebayangin deh....

Watch TV - Live IP televisionAccess to 4000 Online television channels from your notebook. No need of of a TV tuner or decoder. 100% legal - no subscription needed.

Watch television stations live anywhere. All you need is our IP television software, your computer, and Internet connection.

It's easy to find a controversial episode of Gossip Girl up and running the next day. No longer reason to miss your favourite TV channels! Online Television changes the way we watch Television.

Online television is the new technology brought to us by the amazing discovery of the Internet. Ever wonder what TV stations are like in USA, or England or Germany? It's easy to find out, just turn on your computer and access your IP TV software account on the internet. It's that simple. Could you have imagined even 20 years ago that you would be able to tune in and watch a television channels from another part of the globe?

No reason to buy cable TV for big money when you can install TV on home laptop? Internet television is the next big thing in online technology. Simply thing, Online television offers the consumer ability to playback his or her favorite channels and films without using buttons on the television front panel.